Cuplikan Between Me and You part 2

Mata kami saling bertatapan lekat. Tak satupun dari kami yang berusaha untuk menghindar karena menurutku sangat sulit untuk tak melihat ke dalam matanya yang tajam. Entah apa yang membawa kami hingga sedekat ini, tiba-tiba saja dia telah berada persis di hadapanku. Bisa terlihat dengan jelas bekas perkelahiannya tempo hari; pelipis matanya ditempeli oleh plester dan ada memar sedikit di bagian tulang pipinya.
“T…Tristan…” sangat sulit bagiku untuk mengucapkan namanya, namun akhirnya ku berhasil melakukannya. Ia tak bergeming ketika ku memanggil namanya. Matanya tetap memandangku, cukup lama, sampai pada akhirnya ia berjalan melewatiku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Seolah dunia tak bergravitasi lagi, mendadak ku kehilangan pegangan dan terpuruk di lantai. Melihat perlakuan Tristan barusan membuatku sesak dan ingin teriak terisak. Ku memukul pelan dadaku, yang sedari tadi menahan tangis yang tak ingin kuledakkan di depannya. Aku jatuh sekarang. Tak terkendali.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s