Smell of Rain

Katanya hujan datang kembali. Menyiramkan sejuk airnya terhadap tanah sehingga menimbulkan petrichor yang menyeruak. Kenangan lama mungkin tersirat kembali, mengingat telah lama tak bertemu. Hujan itulah seperti kau. Muncul dengan ketenangan setelah lama merasakan hawa panas kemarau. Tapi mengapa kau hanya datang sebentar, dan hanya membawa baumu. Aku tak melihat sosokmu namun ku merasakan bekas hadirmu di sekitarku.

Di waktu kali ini aku tak dapat menangkap hadirmu karena ku tahu aku masih terlalu lemah untuk menjadi penyandangmu. Bukan berarti ku menyerah melainkan tetap berdoa untuk segera yang baik di mata-Nya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s