Dimana Raymond?

Laura mendapatkan ingatannya kembali. Semua hal dapat diingatnya. Tentang dirinya, keluarganya, teman-temannya, bahkan tentang Raymond,  lelaki yang ia cintai hampir tiga tahun belakangan ini. Hampir satu tahun lamanya ia lupa akan segalanya akibat amnesia yang deritanya. Kerinduan yang telah memuncak di hati Laura, tak dapat menghalanginya untuk segera mencari Raymond.

Didatanginya rumah Raymond hanya untuk sekadar bertatap wajah dengan lelaki tersebut. Namun apa dikata, Raymond telah tak tinggal di situ lagi. Laura tak menyerah begitu saja. Dicarinya Raymond mulai dari kampus, tempat magang Raymond, hingga rumah teman-teman Raymond. Salah satu teman Raymond yang Laura singgahi bernama Aryo. Tentu saja Aryo terkejut setengah mati melihat keadaan Laura yang telah pulih.
“Yo, gue udah ingat semuanya! Raymond dimana? Gue mau ketemu dia? Gue kangen.” ucap Laura dengan wajah sumringah.
Ekspresi wajah Aryo hanya menampakan keterkejutan yang mendalam. “Lo belum tahu dimana Raymond, Ra?”
“Mungkin selama gue amnesia, Raymond sering menjenguk gue tapi gue lupa akan kejadian sebelum gue dapetin semua ingatan gue. Dimana Raymond?” tanya Laura antusias.
Aryo bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Melihat air wajah Laura yang penuh dengan kegembiraan serta dihiasi seulas senyuman, mana mungkin Aryo tega mengajak Laura ke tempat Raymond berada. Tempat dimana sebuah batu nisan abu-abu berdiri tegak di sebuah pusara. Batu nisan yang bertuliskan Raymond Joshua.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s