Lingkaran Hidup

Mengenai cinta, kita saling memberi serta mengasih. Itulah sebuah keseimbangan yang selaras. Namun apakah ini sudah cukup bagimu atau bagiku?

Tidak.
Terjebak dalam sebuah kenyamanan terkadang membuatku cemas. Apakah kenyamanan ini tak berimbas apapun dalam hubungan ke depannya? Layaknya kita yang sudah terjebak dalam lingkaran kenyamanan serta enggan keluar hanya untuk sekadar belajar membuat persegi bahkan kubus.
Cerita kehidupan tak selamanya datar. Sebuah bangun ruang abstrak dapat menjadi masa depan kita. Aku hanya mencemaskan kita tak dapat menemukan titik-titik sudut, lalu menarik sebuah makna. Aku takut kita tak dapat memperkirakan cukupnya rusuk untuk membatasi sisi. Aku takut kita tak mempunyai sisi untuk membangun ruang. Aku takut kita terlena mengisi volume tanpa sebuah pemikiran ke depannya, apakah cukup atau kurang. Karena selama ini kita hanya mengetahui tentang sebuah benda dua dimensi yang tak akan pernah mempunyai sudut bernama lingkaran.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s