Tangisan Tanpa Memori

Saskia termenung melihat seorang pria berjalan di hadapannya sembari menggandeng tangan seorang wanita. Pikirannya kosong dan hatinya hampa. Entah mengapa tiba-tiba hatinya menjadi perih dan sesak. Air mata mendadak meleleh dan terjun bebas di pipinya. Ia benar-benar tidak tahu mengapa perasaannya bisa sepedih ini. Padahal ia tak mengenal pria dan wanita tersebut.
Tangannya gemetaran meraih pegangan kursi. Kakinya tak kuat menopang tubuhnya. Disenderkannya punggung di atas kursi. Sejuta pertanyaan bermunculan di otak Saskia. Apa yang telah terjadi dengan dirinya? Untuk apa ia menangisi orang yang tak ia kenal? Lalu pertanyaan yang paling menyeruak di benak Saskia adalah, apa alasan ia menangisi orang tersebut?
Entah kapan letupan pertanyaan ini dapat ia temukan jawabannya. Ingatan memori Saskia telah memudar. Ia tak akan pernah tahu pria yang ia tangisi adalah Arya, pria yang pernah menorehkan kebahagiaan di hati Saskia, lalu mendadak pergi meninggalkannya. Kelak, jika ingatan Saskia benar-benar tak kembali, seharusnya tangisan tanpa memori ini menjadi yang pertama dan terakhir kali untuk seseorang yang pernah menyia-nyiakannya itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s