Move On? Should I?

Move on. Kata yang mudah sekali meluncur dari mulut orang yang sedang dilanda patah hati. Kata yang dikira paling sakti sebagai pembuktian diri bahwa sudah tidak sedih lagi. Namun apa move on itu hanya buat mereka yang baru saja putus cinta? Menurutku tidak.
Contoh yang baru saja (sedang) aku alami sekarang. Aku memutuskan untuk pindah dari kosan di Depok. Padahal kosan itu adalah satu-satunya rumah keduaku sekaligus tempat yang paling pewe setelah rumah di Cirebon. Memang susah untuk memutuskan hal ini namun aku memutuskan hal ini bukan karena tak punya tujuan ke depannya.
Ada beberapa tujuan yang aku bangun sehingga aku berani meninggalkan zona nyamanku. Nekat? Bisa dibilang seperti itu. Tak ada alasan spesifik yang memaksaku untuk pindah. Ini bukan paksaan dan ini bukan tanpa pemikiran yang matang. Namun sebuah tujuan besar di masa depan.
Balik lagi kepada move on. Ternyata, eng ing eng, pindah ke sebuah lingkungan baru bukanlah perkara mudah. Ditambah lagi lingkungan baru sangat berbanding terbalik dengan lingkungan lama. Terkejut? Sudah pasti. Agak menyesal mengambil keputusan ini? Bisa jadi. Malam pertama hingga saat ini (malam ketiga) aku masih agak susah move on untuk tak mengingat-ingat memori di Depok terus-terusan. Bayangan kamarku di Depok, wajah teman-teman kosanku, serta suasana kota Depok masih menghantui pikiranku hingga sekarang. Kepikiran untuk kembali lagi masih ada. Sangat ada. Empat tahun sudah aku menggambar banyak memori di sana dan pasti sangat susah untuk dilepas. Inilah tanda-tanda aku akan susah untuk move on.
Namun kembali lagi kepada tujuan besar di masa depan. Ingatlah bahwa keputusan ini bukan semata-mata aku ambil karena aku emosi pada KRL (salah satu alasan pindah kosan). Ingat bahwa ada sebuah conclusion di balik ini semua.
Untuk menggapai sebuah mimpi memang tidak mudah. Kau harus rela kehilangan zona nyamanmu, mempelajari lingkungan baru, serta lebih dewasa dalam menghadapi ribuan karakter orang yang berbeda. Dengan cara seperti inilah mungkin aku lebih dapat mengambil hikmah dari sebuah kejadian, berani meninggalkan zona nyaman, dan tetap teguh pada pendirian.
Sebuah pelajaran hidup yang sangat besar jika aku pikir-pikir 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s