Senyumannya

Aku hanya seorang pendatang di ranah kota padat ini, yang tidur saja selalu berpindah tempat dari malam ke malam

Tak perlu bertinggi-tinggi harapan ingin mempunyai tempat tinggal, mempunyai alas tidur saja sudah menjadi harapanku setiap harinya
Mengalunkan nada demi nada hanya demi sesuap nasi
Mungkin jika ada lebih, akan ku bangun mimpi ini
Namun apakah orang sepertiku tidak berhak mempunyai mimpi?
Apakah orang sepertiku hanya akan menjadi sampah masyarakat yang memenuhi ibukota?
Aku masih mempunyai mimpi, masih mempunyai cita-cita
Namun apakah kesempatan untuk menyabetnya akan ada untukku?
Mungkin kelak
Jika ku pesimis akan mimpi ini, langsung ku pejamkan mata dan membayangkannya
Ah, senyumannya itu yang membuatku terasa berat untuk tak bermimpi ataupun menyerah
Senyuman ibunda
Advertisements

One thought on “Senyumannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s