RBMM 4 (The sun wants to embrace the moon)

Kita hidup di semesta yang sama. Bersejajar di langit yang sama. Memiliki kecenderungan masing-masing yang menarik. Namun waktu sajalah yang sepertinya tak setuju kita bersanding. Berdiri bersama pada satu lorong detik serupa. Setelah ku berjaya pada langit biru, giliran kau muncul menerangi langit hitam. Bukan salah watu juga, melainkan ini sebagai takdir-Nya yang tak memungkinkan kita berjumpa. Aku tidak membenci guratan takdir. Aku hanya sesali, tak diciptakan sebagai penghuni bumi saja yang dapat melihatmu setiap malam. Walau pada kenyataannya banyak yang ingin menjadi diriku, sang bola raksasa pemegang sumber kehidupan yang merupakan tumpuan dari banyak reaksi kimia yang akan berlangsung. Akulah matahari. Yang mungkin tak akan dapat melihatmu, apalagi menggapaimu, sang bulan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s