Hong Kong 2016: Victoria Park & The Peak Tower

SECOND DAY
Victoria Park: Bertemu Pahlawan Devisa Negara Indonesia

Hari kedua di HK kami berencana mau main ke Victoria Park sekaligus ketemu saudara sebangsa setanah air yang merantau ke HK demi sesuap nasi. Yap, tenaga kerja Indonesia atau TKI di HK memang terkenal banyak. Buktinya saja, Victoria Park yang terletak di Causeway Bay seolah-olah sudah di-booking bagi para TKI di hari Minggu.
Dari hostel, sebenarnya saya berencana mau coba naik ferry ke Hong Kong. Oh ya, info lagi nih, HK itu negara kepulauan. Kebetulan saya menginap di Kowloon sedangkan Victoria Park ada di Pulau Hong Kong yang dipisahkan oleh laut. Ya nggak laut-laut banget sih, secara jaraknya dekat banget. Pulau HK aja sudah kelihatan kalau kita main ke Victoria Harbour.
Namun berhubung si Yuli Cumi takut naik ferry, katanya takut tiba-tiba ada topan susulan, akhirnya kami memutuskan naik MTR saja. Memang lebih praktis dan singkat sih tapi kan sekali-kali gitu mau nyobain naik ferry. Kebetulan Mirador Mansion itu letaknya strategis banget, dekat MTR Station (Tsim Sha Tsui Station) pula.
Dari Tsim Sha Tsui Station, kami naik MTR jurusan Central. Ingat, Tsim Sha Tsui Station ya, bukan East Tsim Sha Tsui Station. Kebetulan TST punya 2 stasiun MTR, yakni TST dan East TST tapi beda jurusan. Dari TST Station, kami turun di Admiralty untuk transit MTR jurusan Chai Wan. Dari Admiralty, kami turun di Causeway Bay Station, hanya 2 stasiun saja. Oh ya, rajin-rajin baca peta di stasiun ya soalnya pintu keluar stasiun itu banyak dan kalian harus tahu destinasi kalian itu lebih dekat dengan pintu yang mana.
Sekeluarnya dari stasiun, jeng-jeng saya menemukan mbak-mbak jualan bakwan. Meenn, ini di HK atau Jakarta sih? Kan saya tergoda jadinya. Hohoho. Rupanya para TKI di HK kalau hari Minggu banyak yang nyambi jualan makanan Indonesia. Dan si Yuli langsung nenteng kameranya biar dianggap turis.
Sesampainya di Victoria Park, suasananya belum ramai namun saya menemukan beberapa TKI sudah nongkrong-nongkrong cantik di situ. Kami memutuskan untuk berkeliling Victoria Park yang sebenarnya memang cocok untuk tempat nongkrong. Banyak orang jogging dan berolahraga juga di situ. Setelah lelah berkeliling dan foto-foto, perut kami terasa lapar. Mengingat tadi cuma sarapan roti yang kami bawa dari Indonesia. Saat lapar-laparnya, tiba-tiba ada mbak-mbak lewat nawarin nasi pecel. Meeennn, saya berasa lagi di Jakarta. Tapi gengsi dong, udah jauh-jauh ke HK masa makannya nasi pecel juga.

image

Akhirnya saya dan Yuli mencari tempat makan dan menemukan McD tak jauh dari Victoria Park. Di Minggu pagi saja, McD sudah penuh banget. Kami memutuskan untuk beli egg burger. Usut punya usut, kasir McD-nya ngasih tahu kalau egg burger-nya mengandung babi. Zzzzz bangettt. Akhirnya kami membeli menu sup makaroni dengan daging ayam rebus. Kami memutuskan untuk membungkus saja makanan, lalu makan di Victoria Park saja.
Pas balik lagi ke Victoria Park, kami cukup terkejut karena suasa sudah ramai banget. Di pinggir-pinggir jalanan Victoria Park, para TKI ngampar pakai tikar untuk sekadar duduk-duduk dan ngobrol dengan teman-temannya. Dan saya cukup terkejut rupanya banyak banget yaaa TKI di HK. Salut deh!

image

Bareng pahlawan devisa negara

Setelah menemukan tempat duduk, kami segera menyantap sarapan kami. Sempat terbesit rasa sesal juga sih, kenapa tadi nggak beli nasi pecel aja ya. Kenapa malah beli sup makaroni McD yang tampilannya aja kayak makanan orang sakit. Oh ya, info juga nih, di Victoria Park juga bertabur wifi gratis looohhh. Jadi nggak nyesel deh nggak jadi beli sim card lokal.

Via Tokyo: We need green tea too!

Menurut Mas Travelawan, ada satu dessert café yang recommended di HK. Namanya Via Tokyo. Kebetulan Via Tokyo buka toko di Causeway Bay (CWB) dan TST juga tapi berhubung lagi di CWB, coba kita cari saja di sini. Via Tokyo itu menyediakan menu-menu berbau green tea dan susu asli Hokkaido. Bagi saya yang pecinta green tea, mengunjungi Via Tokyo adalah top list dalam agenda kuliner saya di HK.
Dari Victoria Park, kami berjalan kaki menuju Via Tokyo. Kalau menurut saya sih, nggak jauh-jauh amatlah. Kebetulan lokasi Via Tokyo ini dekat dengan Konsulat Indonesia di CWB. Jadi, kalau susah nemuin Via Tokyo di peta, coba cari Konsulat Indonesia.

image

Sesampainya di Via Tokyo, saya memesan es krim green tea. Harganya cukup mahal sih, sekitar HKD 47 tapi porsinya cukup besar dan bisa untuk 2 orang. Karena saya dan Yuli tipe orang yang maruk, akhirnya kami pesan 2 menu meski ujung-ujungnya kami tidak menghabiskan benar-benar makanannya. Sayang sih! Hiks!

image

Islamic Center In Hong Kong

Setelah dari Via Tokyo, kami memutuskan untuk solat di Masjid Ammar yang letaknya nggak jauh dari CWB. Kami berjalan kaki sembari mampir sebentar ke Times Square. Bukan buat belanja tapi numpang lewat doang sekaligus nebeng wifi gratis lagi. Hahahaha.

image

Letak Masjid Ammar memang bukan di tepi jalan besar. Kami harus menyusuri jalan-jalan kecil terlebih dahulu sampai pada akhirnya kami menemukan gereja yang letaknya memang bersebelahan dengan Masjid Ammar. Waktu sudah masuk Dzuhur dan kami memang akan solat di sini sebelum melanjutkan perjalanan. Sebenarnya Masjid Ammar cukup nyaman tempatnya namun berhubung hari Minggu itu adalah hari libur dimana seluruh tempat di HK penuh, termasuk Masjid Ammar ini, jadi saya tidak menemukan kenyamanan. Untuk jamaah wanita, tempat solatnya berada di lantai 3. Kalian bisa menggunakan tangga atau lift. Sesampainya di tempat solat, saya kebingungan mencari tempat wudhu. Setelah bertanya, ternyata tempat wudhunya ada di lantai 1. Balik lagi deh!
Setelah selesai menjamak Dzuhur dan Ashar, saya dan Yuli berencana makan di kantin masjid yang terletak di lantai 5. Dengar-dengar, dim sum di sini enak dan juga halal. Penasaran dong dan kami pun coba. Namun entah kenapa, apa mungkin lidah saya sudah terkontaminasi mecin Indonesia, rasa dim sum-nya terasa hambar. Huhu. Untung saja, dim sum di sini cukup murah. Tidak lebih dari HKD 20.

image

Ding-Ding, another must-try public transportation in HK

Dari Masjid Ammar, kami berencana ke Peak Tower. Untuk menggapai stasiun Peak Tram, kami memutuskan naik Ding-Ding. Apaan sih Ding-Ding? Ding-Ding atau Tram adalah salah satu transportasi umum di HK. Bedanya dari bus, Ding-Ding dioperasikan dengan menggunakan kabel-kabel di atas atapnya. Selain itu Ding-Ding juga memiliki jalurnya sendiri, kayak kereta gitu deh. Namun rupa Ding-Ding tersebut malah lebih mirip Bus Penyihir di fim Harry Potter.

image

Untuk mekanisme pembayaran ongkos Ding-Ding, sama kayak bus umum, yakni tinggal tap Octopus Card. Namun bedanya, ongkos Ding-Ding dipukul rata, yakni HKD 2,3 ke semua rute dan tap-nya itu saat kita turun. Sebagai catatan, kalau naik Ding-Ding, masuknya lewat pintu belakang ya sedangkan turunya lewat pintu depan.
Dari Masjid Ammar, kami jalan sebentar menuju halte Tonnochy Rd dan berhenti di halte Cotton Tree Dr. Oh ya, Ding-Ding tidak memiliki layar pemberitahuan halte berikutnya apa seperti bus umum. Jadi, kalian baca peta rute Ding-Ding dulu ya sebelum naik. Ada di setiap haltenya kok.

Peak Tram: Antrean yang mengular

Dari halte Cotton Tree Dr, kami jalan sampai ke Peak Tram Station. Jangan takut kesasar, karena ada papan petunjuk di jalanannya kok. Dan sesampainya di Peak Tram, terereng, anteran buat beli tiket Tram-nya saja ngantre banget. Belum lagi ngantre naik Tram-nya. Dika Lebay kembali. Saya takut saja ngantre lama, terus waktu saya kebuang. Huoooo. Tapi di luar ketakutan saya, untung ngantrenya teratur, jadi tidak begitu lama.
Sesampainya di loket tiket, saya membeli paket hemat 3 in 1. Apaan lagi tuh? Jadi, paket 3 in 1 yang saya beli adalah paket tiket Tram pulang pergi, naik sampai ke Sky Terrace, dan dapat fasilitas earphone information tentang sejarah Peak Tower. Paket 3 in 1 ini dibanderol dengan harga HKD 88, naik HKD 5 dari estimasi saya. Oh ya, bagi kalian yang mau mengunjungi Madame Tussauds Hong Kong, kalian bisa beli paket lainnya. Kebetulan Madame Tussauds HK terletak di Peak Tower. Karena saya sudah pernah ke Madame Tussauds Thailand, jadi saya memutuskan untuk tidak mengunjungi yang di HK.

image

Yang saya sukai dari tiket The Peak ini adalah tiket elektronik otomatis. Jadi pas mau masuk Tram Station-nya dan Sky Terrace, kita tinggal tap in saja. Oh ya, sebenarnya naik Tram ini juga bisa pakai Octopus Card tapi kalau dihitung-hitung, biayanya lebih mahal dari paket 3 in 1 yang saya beli. Belum lagi ditambah biaya untuk naik ke Sky Terrace.

image

Peak Tower & Sky Terrace: Amazing view ever

Perjalanan dari Peak Tram Station ke Peak Tower memang nggak lama. Cuma 15 menit saja. Namun rupanya, perjalanan kami benar-benar menanjak. Untung saja kami dapat duduk, jadi nggak pusing pegangan. Saat Tram menanjak, kami disuguhkan pemandangan kota Hong Kong dari ketinggian. Sebenarnya waktu yang direkomendasikan mengunjungi The Peak ini adalah saat matahari tenggelam dan malam hari karena lampu-lampu dari gedung pencakar langit bakal indah banget. Tapi berhubung kami datangnya kecepetan dan tak ada pilihan lain lagi, akhirnya dengan terpaksa kami naik sebelum waktu yang kami rencanakan.

image

Sesampainya di Peak Tower, kami malah kalap belanja oleh-oleh. Padahal sesuai jadwal kami, nggak ada yang namanya shopping hari itu. Namanya juga cewek, kalau lihat kata-kata HKD 100 get …. langsung cusss.
Setelah puas belanja, kami langsung naik ke Sky Terrace. Letaknya di lantai paling atas. Karena kami sudah beli paket 3 in 1, kami langsung saja naik. Daaannn sesampainya di Sky Terrace, udara sejuk menyapa kami. Sayangnya, agak berkabut jadi pemandangan kota Hong Kong agak semi-semi tertutup tapi kami tetap bisa menikmati keindahan kota Hong Kong dari ketinggian. Dan satu lagi nilai plus Sky Terrace, yakni berfasilitas free wifi. Yeeyyy, update-update cantik lagi yuukk!

image

View HK & Kowloon

image

View Lamma Island

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s