Hong Kong 2016: One Fine Day in Macau

FOURTH DAY
Macau

Sebenarnya kelelahan di hari ketiga belum cukup hilang tapi hari ini kami akan menyambangi negeri lainnya. Yap, Macau! Macau itu bukan bagian dari negara Hong Kong karena ia menyatu dengan negara Cina sehingga jangan lupa membawa paspor ya jika mau bertandang ke Macau.
Kami berencana akan naik kapal feri dari China Ferry Terminal di daerah Kowloon. Setelah menimang-nimang jenis kapal feri apa yang akan kami tumpangi, akhirnya kami sepakat akan naik kapal Turbojet. Sebenarnya ada beberapa jenis kapal feri lainnya, seperti Cotai Waterjet. Tapi setelah survey sana-sini, Turbojet lebih direkomendasikan.
Dari hostel ke China Ferry Terminal kami cukup berjalan kaki saja. Tidak begitu jauh memang. Kami sengaja berangkat pagi-pagi agar tiba di Macau tidak terlalu siang karena pada malam harinya kami sudah punya jadwal lainnya. China Ferry Terminal sebenarnya menyatu sama sebuah mall. Sehingga loket tiketnya juga berada di dalam mall. Setelah membeli tiket Turbojet dengan harga HKD 164, kami langsung bergegas ke proses cek imigrasi. Oh ya, jangan lupa mengisi kartu imigrasi juga ya karena Macau itu bukan bagian dari negara Hong Kong. Proses imigrasinya juga nggak ribet dan sekali lagi, paspor saya tidak diberi cap. Bagi kalian yang sudah membeli tiket feri Turbojet, kalian jangan khawatir tidak kebagian tempat duduk. Semua penumpang akan kebagian tempat duduk. Jika tempat duduk telah habis, paling kita disuruh menunggu jadwal pemberangkatan berikutnya.

image

Pengalaman saya naik feri di Indonesia sudah empat kali, yang satu Jawa-Bali pulang pergi dan yang satu lagi Bali-Lombok pulang pergi dan pengalaman saya sangat tidak mengenakan. Saya tidak mendapat tempat duduk dan otomatis harus ngemper di dek kapal. Tapi feri ke Macau jauh dari kesan tak nyaman itu. Tempat duduknya nyaman dan ber-AC pula ruangannya. Sejauh mata memandang sih nggak ada tamu berkeliaran jalan-jalan di dek kapal. Padahal saya sudah berencana mau foto-foto ala Titanic gitu.

image

Bye for a moment, HK!

image

Duduk semua

image

Macau is in the house yaww!

Perjalanan Hong Kong ke Macau cukup memakan waktu 1 jam. Kami tiba di Macau Outer Harbour pukul setengah 10 pagi. Sesampainya di Macau mau kemana Dik? Kami sudah berencana mau main ke Venetian, Senado Square, Ruins of St.Paul’s dan sekitarnya. Setelah membaca beberapa blog, akhirnya kami berencana mau ke Venetian dulu. Dari pelabuhan, kami akan naik bus gratis. Yap, keuntungan jalan-jalan di Macau adalah adanya bus gratis yang disediakan hotel-hotel besar yang memiliki kasino. Kebetulan Venetian memiliki bus gratisnya. Letak halte bus gratis itu ada di lower groud. Jadi, kalian tinggal turun tangga dan mengikuti arah saja.
Oh ya, saya mau berbagi pengalaman cukup menegangkan saat tiba di imigrasi Macau. Seperti biasa, kami sudah siap sedia paspor dan kartu imigrasi. Belum masuk baris antrean imigrasi, tiba-tiba ada petugas imigrasi menyambangi kami. Dia menyuruh kami untuk ikut dan masuk ke sebuah ruangan. Nah loh, mau diapain kita?
Di ruangan tersebut kami diminta paspor dan disuruh duduk sebentar. Saya melihat salah satu petugas imigrasi di ruang tersebut memfotokopi paspor kami, lalu kami disodorkan sebuah formulir yang hurufnya aja ditulis pakai huruf Cina. Yeee, emang gue ngerti bahasa mereka? Tapi mereka hanya menyuruh kita tanda-tangan saja. Setelah tanda-tangan dan paspor dikembalikan, kami dipersilakan keluar ruangan dan masuk ke barisan anteran imigrasi. Apa mereka berpikir, kita itu human trafficing? Oh ya, sama seperti HK, paspor saya tidak dicap saat tiba di Macau. Hanya diberi kartu izin tinggal saja.

image

Nah, kembali lagi ke bus gratis, setelah kalian menemukan halte bus, kalian tinggal cari deh plang dengan tulisan Venetian. Halte bus Venetian berada di paling ujung dan busnya berwarna biru dan ada tulisan Venetian-nya. Setelah busnya datang, kami segera naik. Tenang saja, nggak dicek apa-apa kok. Langsung naik aja.

image

Bus biru Venetian

Macau memiliki dua area yang berbeda. Yang satu bernama Macau, yakni tempat-tempat yang dikenal dengan istilah kota tuanya Macau dan yang satu lagin bernama Taipa, yakni tempat-tempat yang agak modern gitu deh. Hotel-hotel besar seperti Venetian, City of Dream, Studio City, dan lainnya berada di Taipa. Perjalannya cukup jauh, hampir satu jam karena kita melintasi beda pulau. Namun dalam perjalanan ke sana, mata kita dimanjakan oleh pemandangan yang kece-kece, salah satunya adalah Macau Tower.

image

image

Macau Tower

The Venetian

Sesampainya di Venetian, kami agak takjub dengan dekorasi dalamnya. Seperti di bawa ke benua Eropa. Ada beberapa ikon yang wajib dijadikan tempat foto. Yang satu saya lupa namanya apa tapi bentuknya seperti alun-alun buatan. Nah yang menjadi ciri khasnya adalah langit-langit di alun-alun ini dibuat seperti langit dan awan sungguhan.

image

image

Selanjutnya, kami mau foto di gondola, yang dulu itu booming saat drama Korea Boys Before Flowers itu loh. Saat Geum Jan Di menemui Goo Jun Pyo di sini. Sebenarnya kami memang nggak bermaksud mau naik karena katanya cukup mahal harganya. Jadi kami foto-foto depan gondolanya saja.

image

Oh ya bagi kalian yang bertanya-tanya mengenai mata uang Macau itu apa sih? Mata uang Macau sebenarnya adalah MOP namun HKD masih diterima di sini. Untuk penyetaraan nilai, 1 HKD = 1 MOP. Tapi jika kalian membayar dengan HKD, pastikan kembaliannya juga dapat HKD karena MOP katanya susah ditukar di money changer.
Selepas foto-foto ria, perut kami terasa lapar. Setelah browsing sebelumnya—Venetian punya akses WiFi gratis juga loh—Venetian punya food court yang saya berharap harga makanannya terjangkau. Yap, pas saya tiba di food court, saya malah makin gamblang. Makanannya mayoritas mengandung pork. Akhirnya kami menemukan konter makanan Singapura, yang selain menyediakan nasi dan Insha Allah halal karena saya pernah baca di blog orang. Kami memesan chicken rice, makanan yang pernah saya cicipi saat trip ke Singapura dulu. Untuk harga masih terjangkaulah, sekitar HKD 68 tapi belum sama minum. Kalau mau pesan plus minum, hanya tambah HKD 15.

image

image

Chicken Rice

Setelah kenyang makan, kami tinggal memikirkan bagaimana caranya menuju Senado Square. Akhirnya setelah browsing, ada satu bus gratis yang akan mengantarkan kami ke sana. Tapi dengan catatan, bus gratis itu bukan dari Venetian melainkan dari City of Dream, yang letaknya katanya berseberangan dengan City of Dream. Kami pun kembali ke pintu masuk awal saat turun dari bus gratis tadi. Tapi saya nggak menemukan tulisan City of Dream. Setelah tanya satpam, ternyata City of Dream berada di pintu masuk timur sedangkan kami berada di pintu masuk barat. Kami pun harus menyeberangi kasino dulu.
Sesampainya di depan kasino, kami agak ragu untuk masuk. Secara gue pakai jilbab gitu loh, masa masuk kasino. Setelah kami bertanya pada petugas penjaga pintu masuk kasino, mereka bilang City of Dream memang harus melewati area kasino ini dulu. Namun sebelum masuk, kami diminta paspor lagi. Oke, kita seperti anak di bawah umur kali ya, berani-beraninya main di kasino.
Sepanjang jalan melewati orang-orang main kasino, saya memilih untuk tetap jalan dan tak melirik. Dosa meenn kalau tiba-tiba gue tertarik main. Sekeluarnya dari kasino yang notabenenya kita kayak terjebak di labirin, saya menemukan pintu keluar. Yap, inilah pintu yang kita cari. Dan benar saudara-saudara, City of Dream memang terletak berseberangan dengan Venetian.

image

City of Dream yang di panah merah

Kami segera meluncur ke City of Dream. Setelah bertanya kepada penjaga pintu City of Dream, halte bus gratis berada di lower groud. Oh ya, di halte bus ada banyak macam tujuan. Ada tujuan bandara, pelabuhan, dan Hotel Sintra. Nah, Senado Square itu letaknya nggak jauh dari Hotel Sintra meski agak jalan sedikit. Pastikan kalian naik bus yang jurusan Hotel Sintra ya.
Bus yang kami tunggu pun datang. Berbeda dengan Venetian, bus City of Dream berwarna kecokelatan dan ada tulisan City of Dream. Perjalanannya lumayan lama jadi cukuplah untuk duduk-duduk santai di dalam bus.

Senado Square, Ruins of St. Paul’s, Mount Fortress

Sesampainya di Hotel Sintra, kami mulai kebingungan dan salahnya, saya nggak browsing dulu mengenai petanya. Meski peta Macau di tangan tapi google map entah mengapa lebih mendukung. Rupanya setelah kami turun bus, kami harus langsung belok kiri, lalu jalan saja sampai nanti menemukan Senado Square di sebelah kanan. Yey, berhasil berhasil horreee!!!

image

Senado Square

Dari Senado Square, kalian hanya tinggal jalan kaki sembari mengikuti papan petunjuk untuk menuju Ruins of St.Paul’s. Di sepanjang perjalanan, kami juga menemukan Saint Dominic’s Church sertanya banyak spot bagus untuk foto. Portugis kunonya kerasa banget deh!

image

Saint Dominic’s Church

image

Bagi kalian yang ingin ke Macau, jangan lupa cobain egg tart ciri khas sini. Rasanya enak banget dan cukup murah, hanya HKD 9. Merek yang katanya enak adalah Koi Kei Bakery yang gerainya bertebaran di sepanjang jalan.

image

Egg tart-nya enaakkk!!!

Setelah perjalanan panjang yang rupanya sangat ramai meski hari ini adalah hari Selasa dan bukan weekend, akhirnya kami menemukan Ruins of St. Paul’s. Yesss!!!

image

Ruins of St. Paul’s

image

Penuh orang!

image

Memang beneran nih, tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Susah deh cari spot foto saat nggak banyak orang. Hiks hiks.
Mengingat cuaca Macau yang siang ini sangat panas, sepanas saat di Disneyland kemarin, akhirnya kami mencoba menepi ke Mount Fortress yang letaknya nggak jauh dari Ruins of St.Paul’s. Mount Fortress itu bangunan yang dulunya adalah benteng peninggalan Portugis sehingga masih banyak ditemukan meriam sisa-sisa peninggalan zaman dulu. Tapi yang jadi PR adalah, kalau kalian mau naik ke benteng yang paling atas, kalian harus siapkan ekstra tenaga untuk naik tangga yang tinggi banget. Yap, saya saja sampai ngos-ngosan setibanya di atas. Tapi nggak menyesal sih setelah sampai di atas karena kita bisa lihat Macau dari ketinggian. Oh ya selain itu juga ada Museu de Macau, yakni sebuah museum. Kami memang nggak masuk ke museumnya, cuma numpang foto di sekitarnya saja.

image

image

Museu de Macau

image

View-nya kece!!!

Sebenarnya setelah dari sini, kami berencana mau menyambangi Macau Mosque dan Macau Fisherman tapi karena tubuh renta ini sudah lelah, akhirnya kami memutuskan kembali ke pelabuhan saja untuk persiapan balik ke Hong Kong, mengingat jam telah menunjukan pukul setengah 3 sore. Dari Senado Square sebenarnya ada akses bus langsung ke pelabuhan dan kata blog yang dibaca, kita bisa naik bus gratis dari Wynn Hotel tapi karena sudah capek jalan, akhirnya kami kembali ke Hotel Sintra untuk balik lagi ke City of Dream. Dari City of Dream, kita bisa naik bus gratis ke pelabuhan. Bolak-balik banget sih tapi ya sudahlah.
Sesampainya di Hotel Sintra, bus yang datang malah bertuliskan Studio City. Nah loh, apa lagi ini? Setelah nanya ke petugas, bus itu memang mengarah ke City of Dream. Okelah, kita naik saja. Tapi sesampainya di sana kok busnya nggak berhenti di tempat kami tadi naik ya. Mana tulisan hotelnya Studio City. Apaan lagi nih. Tapi kami menemukan antrean bus yang menuju Macau Outer Harbour di sana. Tanpa ragu, kami ikut antrean bus tersebut. Rupanya bus yang akan membawa kami ke pelabuhan nantinya akan berhenti di halte City of Dream, tempat kita tadi nunggu bus gratis menuju Hotel Sintra. Tenang saya.

image

Studio City (on right)

Sesampainya di halte pelabuhan, kami bergegas naik ke tempat pembelian tiket yang berada di lantai 2. Rupanya tiket pulang dari Macau lebih murah ketimbang tiket berangkat. Lumayan deh. Oh ya, jika kalian ingin melakukan perjalanan malam hari, jangan kaget kalau tiketnya lebih mahal dari keberangkatan karena tiket feri untuk perjalanan malam memang lebih mahal.

image

Tiket pulang lebih murah

Setelah proses pengecekan tiket dan imigrasi, sembari menunggu kapal tiba, kita wifi-an dulu. Yep, yep, Macau Outer Harbour juga dilengkapi fasilitas WiFi. Update dulu aahh!!!
Menjelang kedatangan kapal, kita sudah bersiap-siap terlebih dahulu. Dan yeeeyyy, saya dapat duduk di sebelah jendela. Yipiieee. Oh ya, tadi saya belum sempat solat Dzuhur dan Ashar, akhirnya saya lakukan saja di atas kapal. Bye, Macau!

image

Ladies Market

Kami tiba di HK menjelang pukul 6 lebih. Proses imigrasi yang cukup penuh, membuat waktu kita terbuang. Saya dan Yuli sepakat untuk kembali dulu ke hostel buat solat Maghrib dan istirahat sejenak. Menjelang pukul 7, kami keluar untuk pergi ke Ladies Market. Tapi sebelum ke sana, kami makan malam dulu di KFC dekat hostel. Rasanya surga menemukan ayam dan nasi KFC meski nasinya disiram kuah kari jamur. Tapi nggak apa-apa deh, yang penting nasi. Agak menyesal juga sih baru nemu KFC menjelang hari terakhir gini. Kalau gitu ngapain kita kemarin-kemarin makan nasi briyani. Nggak apa-apa deh.
Dari TST, kami naik MTR menuju Ladies Market di daerah Mong Kok. Capek sih tapi kalau udah dengar kata shopping, mana ada rasa capek. Hehehe. Benar saja, sesampainya di Ladies Market, saya kalap belanja. Menurut pengalaman teman-teman saya, kita harus bisa nawar kalau ke situ. Karena saya bukan tipe yang bisa nawar, akhirnya hanya terpaku sama barang-barang yang sudah fix harganya. Misalkan kaos seharga HKD 100 dapat 5.
Tapi saya iseng nawar pas beli tempelan kulkas. Awalnya HKD 50 dapat 6. Pas tawar-tawaran, akhirnya saya dapat HKD 60 untuk 12. Sejak kapan yak gue bisa nawar gini? Setelah lelah jalan dari ujung ke ujung lalu balik lagi ke ujung Ladies Market, kami memutuskan untuk kembali ke hostel. Capek banget, mana belanjaan banyak banget. Belum packing. Yang penting oleh-oleh sudah didapat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s