Hong Kong 2016: Ngong Ping, the hidden serenity

LAST DAY
Ngong Ping 360 Cable Car

Destinasi di hari terakhir adalah naik Ngong Ping 360 Cable Car buat mengunjungi Ngong Ping Village dan Tian Tan Buddha. Sebenarnya destinasi ini tidak ada dijadwal tapi kata teman saya, kurang greget kalau ke HK tapi nggak ke sini, akhirnya saya masukan di jadwal hari terakhir. Ditambah lagi, jaraknya dekat dengan bandara. Cuma naik bus doang.
Setelah check out hostel, kami naik MTR menuju Tung Chung, line yang sama saat ke Disneyland kemarin. Kebetulan kami sudah beli tiket buat naik cable car di Golden Crown Guest House sehingga kami tidak perlu mengantre di jalur orang-orang yang belum beli tiket dan ada jalur khususnya. Oh ya, lantas apakah kami jalan-jalan ke Ngong Ping sambil bawa-bawa koper gitu? Nggak dong! Kebetulan Ngong Ping Cable Car punya fasilitas untuk titip koper meski harganya cukup mahal, yakni sekitar HKD 80. Buat kami yang mampir sebentar memang mahal tapi bagi kalian yang mau main di Ngong Ping Village dari pagi sampai sore, harga ini relatif murah karena batasan jamnya hingga jam 6 sore, saat Ngong Ping Cable Car ditutup.

image

image

E-ticket

Usut punya usut, tiket yang kami dapat dari Golden Crown Guest House akan ditukar dengan tiket Ngong Ping Cable Car sesungguhnya. Dan ternyata, tiket yang saya beli memang dikhususkan untuk turis mancanegara makanya dihargai murah, jadi siapin paspor ya pas nukerin tiket.

image

Tiket asli

Sebenarnya lebih seru kalau kita naik yang crystal cabin, jadi selama perjalanan di cable car, kita bisa lihat pemandangan di bawah lewat kaki kita. Namun karena harga tiketnya lebih mahal, jadi kita naik yang standar aja deh.
Ngong Ping 360 Cable Car sendiri baru buka pukul 10 tapi anterannya sudah mengular sejak pukul setengah 10. Sebaiknya datang pagi-pagi ya kalau mau ke sini. Tak lama kemudian, kami dapat naik ke cable car-nya. Satu cable car bisa diisi sampai 8 orang dewasa. Setelah berangkat, kalian akan disugukan pemandangan luar biasa dari ketinggian. Bagi yang takut ketinggian, nggak disarankan naik cable car sih. Coba dulu yang di TMII ya. Hehehe.

image

image

On left – Lantau Island

image

On right – HKIA

image

image

Ngong Ping Village & Tian Tan Buddha

Perjalanan menggunakan cable car hanya 30 menit saja. Sesampainya di Ngong Ping Village, kami disambut cuaca adem, beda banget sama pas ke Disneyland atau ke Macau. Cuaca-cuaca pegunungan memang lebih asik.

image

image

  Dari Ngong Ping Village, kita tinggal jalan aja ngikutin petunjuk untuk sampai Tian Tan Buddha. Oh ya, yang buat seru adalah banyak sapi berkeliaran loh. Kayak di desa-desa aja.

image

image

image

Sebenarnya kita bisa sih manjat tangga hingga ke atas dekat patung Budha tapi karena tubuh hayati sudah lelah, akhirnya kami hanya foto-foto di depannya saja. Menjelang pukul 12 siang, kami sudah bergegas kembali ke Ngong Ping Cable Car karena kami harus segera ke bandara.
Setelah kembali dan ambil koper, kami bergegas menuju Tung Chung Terminal Bus yang letaknya di lower ground CityGate Outlets, satu mall yang letaknya nggak jauh dari Tung Chung MTR Station dan Ngong Ping Cable Car. Dari situ, kami naik bus S1 yang nantinya berhenti di bandara. Jangan lupa disiapkan Octopus-nya ya!

HKIA

Pesawat kami dijadwalkan berangkat jam 5 waktu setempat dan biasanya 2 jam sebelumnya, counter check in baru dibuka. Berhubung kami tiba di bandara jam setengah dua dan masih banyak waktu hingga jam 3 nanti, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang dulu. Katanya di HKIA ada food court tapi kami tidak menemukan food court, yang ada hanya restoran-restoran yang kelihatannya mahal. Akhirnya kami makan di 7-11 saja sembari menghabiskan saldo Octopus.
Menjelang setengah 3, counter check in Garuda sudah dibuka. Setelah proses check in, kami langsung cuss ke proses imigrasi. Daaannn petugas imigrasinya lumayan rese juga nih. Dia lama banget bandingin foto saya di paspor sama wajah saya. Berkali-kali dia bolak-balik lihatin. Terus, saya disuruh lepas kacamata dulu. Pake ditanya-tanya ‘What’s your name?’ pula. Untung nggak disuruh lepas jilbab.
Setelah proses imigrasi selesai, saya baru menemukan food court yang dimaksud. Yeep, rupanya food court berada di dalam, setelah proses imigrasi. Mana ada McD. Nangis darah deehhh!!!
Dan yang tak kalah kalap adalah, kami menemukan counter yang menjual souvernir Disneyland. Yaappp, mumpun uang masih ada sisa, saya habiskan saja beli souvernir Disneyland. Dapet deh tumbler dan pulpen.

CLOSING

Sembari menunggu waktu boarding, saya melihat-lihat sekitar HKIA. Huaaa nggak kerasa sudah 5 hari kita ngebolang di HK dan inilah waktu untuk berpisah. Satu pelajaran yang saya dapat dari trip HK ini, yakni berani selfie di tempat umum yang banyak orangnya karena sepanjang sejarah saya punya ponsel berkamera, saya nggak pernah selfie di tempat umum apalagi di depan banyak orang secara terang-terangan. Simpan rasa malu karena tourist detected berdering. Hahaha. Okay, see you when I see you, Hong Kong!

image

Baby, I come back home

image

See you, HK!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s