Fantastic Beasts and Where To Find Them

image

Hola halo hobang! Kali ini saya mau review tentang film Fantastic Beasts and Where To Find Them. Rabu kemarin saya udah kebelet nonton ini film. Secara para pecinta Harry Potter pasti gatel kalau udah denger Mamak J.K Rowling nelurin buku yang dibuat film. Bawaannya galau, mau cepet-cepet nonton.
Newt Scamander kalau di cerita Harry Potter dikisahkan sebagai penulis buku tentang hewan-hewan gaib yang buas. Kalau nggak salah pernah disebut di novel Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dan di film Harry Potter and The Prizoner of Azkaban. Di film ini, membahas bagaimana cikal bakal Newt Scamander bisa jadi penulis buku serta perannya sebagai magizoologist. Nah, bagi kalian yang HarPot mania pasti nggak aneh nemuin kosakata seperti Muggle, Auror, atau Squib di film ini. Oh ya, Hogwarts, marga Lestrange dan Albus Dumbledore juga agak disinggung. Tapi kalian akan menemukan kosakata baru, yaitu No-Maj, yang artinya sama kayak Muggle.
Yang berbeda dari HarPot series, mantra sihir di film ini udah tingkat tinggi. Bukan sekadar wingardium leviosa aja.
Saya penasaran buat menonton film ini karena disutradarai oleh David Yates, yang dulu menyutradarai Harry Potter. Kesan HarPot-nya kerasa dan kental banget. Lumayan buat ngobatin rindu HarPot series. 😌
Untuk akting para pemain yang pasti okelah, meski saya nggak kenal semua. Tapiiii ada satu aktor kawakan yang mendadak jadi cameo di film ini loh dan tentu saja membuat saya kaget. 😰
Kalau plot sama penggambaran nggak usah diragukan lagi deh kalau J.K Rowling yang mengkhayal.
Namun ada hal-hal yang mengganggu saya pas selesai nonton. Kenapa inti ceritanya jadi terlalu sederhana gini ya? Kan saya mengharapkan sesuatu yang waaww gitu. Sampai film selesai, saya malah nggak dapat korelasi antara tujuan awal sama akhir. Dan juga ada yang buat saya bertanya-tanya sendiri, kok Scamander datang ke New York naik kapal laut dan bukannya pakai mantra apparate kek atau pakai sapu terbang atau pakai bubuk Floo?
Selain itu, ya namanya juga cewek ya, ada sisi subjektifnya juga. Hahaha. Berhubung tokoh utamanya bukan anak-anak muda nan segar (ikan kali Dik) kayak di HarPot, jadi saya kesulitan menemukan visual actor. Saya malah kesemsem sama peran pembantunya.
Overall, film ini cukup mengobati kangen buat para HarPot mania. Dan saya nggak sabar menunggu sekuelnya karena dengar-dengar film ini mau dibuat sampai 5 seri. Waaawww.
I give 3.5 stars of 5. Happy watching! 🎬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s