Upacara Bendera di Istana Merdeka

Dika kembali lagi. Kali ini saya mau berbagi pengalaman saat 17 Agustus 2016 kemarin. Bukan tentang ikutan lomba makan kerupuk atau balap karung sih tapi tentang ikutan upacara bendera di Istana Merdeka. Woo, ketemu Bapak Presiden idola dong ya! Iya sih tapi dari jauh doang, mana keliatan. Haha.

Jadi ini bermula saat teman kuliah D3 saya dulu, Pipit, kasih tawaran undangan ke saya untuk ikutan upacara penurunan bendera di Istana Merdeka. Kebetulan Pipit bekerja di Sekneg, jadi setiap tahun pasti dapat undangan. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan dan ajak Anas karena doi lagi ngebet banget ingin ikut tur Istana Merdeka yang sayangnya udah nggak ada lagi pas zaman Pak Jokowi jadi presiden.

Tapi ada syaratnya nih kalau mau ikutan upacara. Katanya harus pakai dress code-nya kebaya. Nah loh, gue mana punya kebaya. Masa iya mesti nyewa dulu. Akhirnya saya nguprek-nguprek baju dan kebetulan ada rok batik dan kebaya ala-ala. Lumayanlah daripada nggak ada. Tapi saya iseng ngerjain Anas buat dia pakai kebaya. Eh dia beneran pakai kebaya bekas wisuda. Pis lop en gaul Nas.

Kebetulan kosan saya dekat dengan Istana Merdeka. Kami memutuskan untuk naik mobil online saja karena kalau naik busway turunnya jauh. Mana Anas kan pakai kebaya. Nggak lucu kalau diliatin. Haha. Sesampainya di Istana Merdeka, terjadi kesalahan teknis. Undangan masih dipegang Pipit sehingga membuat saya dan Anas nggak bisa masuk. Heboh dong nelponin Pipit. Butuh waktu sekitar setengah jam buat Pipit kasih undangan ke sana. Make up luntur nih, Pit. Kami masuk dengan pemeriksaan yang lumayan ketat. Oh ya, yang menarik, saya dapat goodie bag berisi souvernir loh. Lumayan bangeettt!!!

Selain ada Pipit, teman saya yang bernama Alfi juga bekerja di Sekneg. Jadi, saya dan Anas ditemenin mereka buat keliling sekalian foto-foto cantik depan istana. Pipit menyarankan agar kita menggunakan fasilitas foto booth sekarang saja, mumpung masih sore karena kalau pas selesai upacara, sudah kemalaman dan gelap. Saya bingung dengan photo booth yang Pipit maksud. Rupanya, di undangan yang Pipit kasih, ada voucher photo booth dengan latar belakang istana.

Kelar foto-foto, Pipit dan Alfi mengantar saya dan Anas ke tempat duduk sekaligus mereka mau pamit buat kembali lagi bekerja. Super sekali mereka. Berhubung kami masuknya telat, saya dan Anas tidak kebagian tempat duduk paling depan. Nggak apa-apa deh. Sebelum upacara penurunan bendera, acara diisi dengan artis-artis ibukota. Saya sempat nonton anak-anak Di Atas Rata-Rata yang di bawah naungan artis muda Gita Gutawa. Lalu setelahnya ada Nidji featuring Oppie Andaresta. Karena panggung mereka jauh dari tempat duduk saya, akhirnya saya hanya bisa nonton lewat televisi yang diletakan dekat situ.

Saat Nidji bernyanyi, televisi yang sedari tadi saya tonton, tiba-tiba mengarah pada gerombolan orang. Rupanya Pak Jokowi beserta para bodyguard-nya menyapa para peserta upacara. Heboh dong gue, langsung cusss ke depan. Siapa tahu bisa salaman sama Bapak Presiden. Namun sayangnya, Pak Jokowi tidak sampai ke tempat saya duduk karena upacara penurunan bendera segera dimulai.

Acara dimulai dengan para pasukan tentara yang memasuki lapangan upacara, lalu disusul oleh pasukan pengibar pendera pusaka atau paskibraka. Dan bagian yang buat saya terenyuh saat hormat pada bendera dan diikuti oleh lagu Indonesia Raya. Rasanya udah lama banget nggak ikut upacara padahal dulu paling nggak suka upacara bendera tapi sekarang kangen banget. Huhu.

Selesai upacara, saatnya membajak halaman depan Istana Merdeka. Hoho. Para peserta upacara yang lain langsung cari spot buat foto-foto, tak terkecuali saya dan Anas. Meski sudah agak gelap, yang penting eksis. Hahaha. Kapan lagi Istana Merdeka dikuasai oleh rakyat jelata.

Sebelum pulang, saya telpon Pipit dulu buat minta anterin lagi ke pintu luar. Takut tiba-tiba nyasar ke ruangan Pak Jokowi gimana. Setelah Pipit dan Alfi datang, kami diantar untuk ambil foto yang tadi sore. Karena dapat 1, akhirnya fotonya saya yang pegang. Hihi.

Well, setidaknya cukup berkesan juga ikut upacara di Istana Merdeka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s