Happy Little Soul (book review)

Finally, I keep my promise to write about Happy Little Soul’s review. Hahaha. Setelah kelar baca nyaris satu minggu karena susah banget cari waktu buat baca doang. Hiks hiks.
Sebelumnya saya jelaskan dulu nih, buku Happy Little Soul ini bukan novel ya tapi sharing dari Mbak Retno selaku penulis dalam mendidik anaknya yang bernama Kirana. Buat kalian yang suka main instagram, mungkin nggak asing lagi sama Kirana. Yep, anak berusia 3 tahun yang lucu, pinter dan gemesin banget kalau tiap liat videonya di IG. Meski saya nggak lagi hamil tapi tiap liat video Kirana, saya langsung usap-usap perut (laper kali lo Dik).

Jadi di buku itu, Mbak Retno sharing tentang gimana langkah-langkah dalam mendidik Kirana sampe buat orang-orang kagum. Bukan cara-cara dalam mendidik anak tapi sharing. Inget, sharing. Karena kalau cara pasti setiap orangtua punya cara masing-masing. Nah, Mbak Retno juga punya caranya sendiri. Karena followers-nya di IG banyak yang penasaran, jadi dibuat buku deh.

Dari berbagai metode yang diterapkan Mbak Retno, ada yang ngena ke saya. Sebelum mendidik anak, kita harus bisa lebih dulu mendidik diri sendiri. Kenapa? Karena anak adalah pencontoh yang handal. Jika mau anak kita disiplin, jadilah kita orang yang disiplin dulu. Jika kita mau anak rajin beribadah, kita harus rajin ibadah juga. Perlihatkan ke anak hal-hal baik dan terpuji. Namun misalkan ada hal buruk yang anak kita sendiri sudah telanjur tahu, jelaskan kepada anak kita bagaimana efek dari hal buruk tersebut, lalu jelaskan bagaimana kita harus menyikapinya. Bahasanya nggak perlu berat, kasih contoh-contoh ringan biar dia ngerti.

Oh ya, buku ini sebenernya nggak punya spesifikasi gender. Semua orang bisa baca. Mau yang udah punya anak, yang akan punya anak, yang jomblo atau yang mau nikah pun bisa. Bapak, ibu, mbak, mas, teteh, ataupun aa semua bisa baca buku ini.

Buat yang belum nikah seperti saya juga bisa belajar buat benerin diri sendiri dulu. Bagaimana caranya bersabar dan meminimalisir kegalauan. Biar nanti pas urus anak nggak kaget-kaget banget. Karena jadi ibu juga banyak galaunya, kayak para jomblowan-jomblowati. Hahaha.

Secara keseluruhan saya suka bahasa Mbak Retno yang nggak terkesan menggurui karena Mbak Retno sendiri menulis buku ini untuk sharing kepada para pembaca.

Result: ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s