Singapore 2017: Shopping Trulala…

​SECOND DAY

Hujan sehujan-hujannya!

Hari kedua kami berencana mengunjungi Merlion sampai Gardens By The Bay. Tapiiiii, Singapura dilanda hujan lebat di pagi hari. Galau? Yes pakai banget!!! Mau nangis rasanya rencana kita terhalang cuaca. Buru-buru deh saya dan Mbak Ria menggelar rapat dadakan membicarakan rencana. Alhasil, jadwal hari Jumat ditukar dengan jadwal hari Sabtu. Kebetulan, jadwal hari Sabtu hanya sekadar shopping-shopping cantik dan indoor, jadi bisalah ditukar.

Sampai pukul 10 pun hujan belum reda banget, tinggal sisa-sisa tapi nggak gerimis juga. Kami terpaksa menerobos daripada kesiangan. Tujuan pertama adalah Mustafa Center di daerah Farrer Park. Mustafa kan di dalam gedung tuh, jadi walau hujan juga nggak bakal kerasa.

Berhubung sudah jam 10, saya bisa langsung beli STP di Bugis MRT. Apaan tuh STP? Saya bahas lagi nih, STP atau Singapore Tourist Pass adalah kartu tap MRT yang memang dipergunakan untuk para turis yang mengunjungi Singapore kurang dari seminggu. Dengan bermodalkan SGD 30 (dikarenakan kami mengambil paket 3 hari; SGD 20 harga tiket untuk 3 hari dan SGD 10 sebagai security deposit, total SGD 30), kalian dapat berkeliling Singapore dengan MRT sampai puas. Karena kemarin jarang pakai MRT dan saya di sini adalah untuk 4 hari, jadi saya baru beli STP di hari kedua. Jadi kan cocok tuh, dari hari kedua sampai keempat, pas 3 hari. Untungnya, di Bugis MRT ada loket khusus untuk yang ingin membeli STP. Oh ya, nggak semua stasiun MRT menjual STP loh. Jadi, kalian bisa browsing di website STP untuk tahu dimana saja STP dijual dan jam berapa saja mereka buka serta tutup. Untuk di Bugis itu sendiri, loket yang menjual STP buka jam 10 pagi.


Shopping till drop in Mustafa Center

Kembali lagi ke Mustafa, saya teringat saat dulu belanja di Mustafa dan malah nggak dapat apa-apa. Dan sekarang saya tahu mengapa dulu saya nggak dapat apa-apa. Rupanya Mustafa itu punya banyak pintu masuk dan blok-blok yang terpisah. Berhubung kali ini saya keluarnya dari City Square Mall, jadi rupanya Mustafa Center mudah terlihat. Setelah menyeberangi Kitchener Rd, saya menyusuri Verdun Road dan sampai deh di pintu masuk Mustafa. Nah, pas sampai di depan pintu masuk, saya bingung, ada dua pintu masuk. Satu di depan saya, satu lagi di seberang. Berhubung lebih dekat yang di depan, ya sudahlah kami masuk lewat situ. Daaannn jeng-jeng, saya pun menemukan yang saya cari-cari. Cokelat, permen, dan teh tarik. Waaawww rupanya dulu saya masuk lewat pintu yang seberang tadi dan malah nggak nemuin cokelat-cokelat. Rupanya tiap blok dan lantai itu berbeda-beda.

Me and my kingdom

Bagi kalian yang demen belanja dan suka hunting oleh-oleh cokelat atau permen, Mustafa Center sangat saya rekomendasikan. Selain cokelat dari merek A sampai Z, Mustafa juga menjual barang-barang perlengkapan sehari-hari, mulai dari sabun, shampoo, beras, sampai baju-baju. Elektronik dan jam tangan juga ada. Pokoknya lengkaaappp. Oh ya, Mustafa Center sendiri buka 24 jam loh. Jadi, bisa mabok belanja sampe besok harinya.


Chinatown

Sehabis dari Mustafa, kami berencana mampir ke Chinatown. Nggak asik namanya kalau nggak ke Chinatown buat hunting oleh-oleh. Nah, kalau Chinatown menang murah dicinderamatanya. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, gunting kuku, dompet-dompet lucu, sampai kaos-kaos I Love SG menurut saya lebih murah di sini. Dan untungnya, pas kita keluar dari Mustafa, matahari sudah bersinar terang nan nyengat. Hujan hanya tinggal kenangan.

Dari Farrer Park, kita tinggal naik MRT dan turun di Chinatown tanpa transit. Sesampainya di sana, payung yang tadinya dipakai biar nggak kehujanan pun berganti alih biar nggak kepanasan. Sekalian jemur payung biar nggak basah. Langsung deh hunting oleh-oleh.

Setelah kelar per-shopping-an, saya dan Mbak Ria memutuskan untuk balik ke hostel. Selain berat bawa belanjaan, tubuh kami pun sudah penuh keringat. Rasanya mau ganti baju sama mandi. Untung saja, dari Chinatown ke Bugis sudah ada jalur MRT Downtown Line. Jadi, nggak perlu transit lagi kayak dulu.

Setelah sholat, mandi, dan istirahat sejenak di hostel, kami melanjutkan jalan-jalan. Tapi sebelumnya, kami makan siang dulu di Hj. Maimunah Restaurant yang letaknya nggak jauh dari hostel. Makanan yang dijual juga Indonesia banget. Kayak nasi rames gitu. Sangat mengenyangkan buat seukuran makan siang menjelang sore begini.


Haji Lane part 1

Setelah waktu Ashar, kami melanjutkan perjalanan ke Haji Lane. Saya sebenarnya baru tahu jika Haji Lane itu dengat dari hostel dan tinggal jalan kaki. Makanya rada nyesel dulu nggak ke sini. Oh ya, sebenarnya Haji Lane itu terkenal akan mural-mural di sepanjang jalan serta kafe-kafe yang berderet. Toko-toko baju juga banyak di situ. Namun sangat disayangkan, saya datang di waktu yang salah. Haji Lane sudah ramai oleh para turis dan kafe-kafe sudah mulai beroperasi, jadi foto-fotonya kurang kece. Kami tidak memakan waktu lama di Haji Lane. Sesudahnya, kami langsung cus ke Orchard Road.


Elus-elus dompet di Orchard Road

Orchard Road memang dikenal sebagai destinasi belanja oke di Singapura. Bayangin aja, mall-mall berderet dari ujung ke ujung. Bingung kan mau masuk yang mana dulu. Lebih bingungnya lagi, nggak ada yang masuk ke bujet. Hihi. Tapi lumayanlah buat window shopping dan foto-foto centil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s