Kembali Pulang

Kedua tangan ini sulit kulepas sesaat. Hangatnya musim semi tak bisa menggantikannya. Tatapan matanya tak bisa kuhindari. Lekatnya musim dingin kalah bersaing dengannya. Dekapan ini enggan kutinggalkan. Angin musim gugur tak bisa menggantikannya. Dan senyuman terindah ini, bahkan sinar matahari musim panas tak akan muncul secerah ini.

Mungkin kepergianku waktu ini bukan yang pertama atau yang terakhir. Aku akan tetap mendaki langit, mencium udara, dan menggenggam lautan. Dan kau akan tetap menjadi rumahku saat kembali pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s