Travel mate is not just a friend

“Mau kemana lagi habis ini?” sebuah pertanyaan itu mendadak terngiang di kepalaku saat perjalanan pulang dari Singapura ke Jakarta malam hari itu. Satu pertanyaan sederhana namun penuh makna bagi seorang pengelana. Sebuah destinasi memang menarik untuk dibahas dalam rencana perjalanan para pengelana. Tempat baru, lingkungan baru, atau mungkin ingin mengunjungi tempat lama lagi, menjadi tanda tanya besar sebelum memutuskan langkah kaki.

Namun aku bukan seorang pengelana yang menganut paham ‘it’s about the destination’. Memang sih, aku juga bukan orang yang suka mengunjungi tempat yang sama lebih dari dua kali. Tapi apa iya? Aku kembali bertanya pada diriku sendiri. Di sinilah satu elemen penting dalam sebuah perjalanan menyeruak. Aku menyebutnya travel mate atau teman perjalanan.

Aku bukan tipe solo traveler yang nyaman berjalan-jalan sendiri tanpa teman. Kedengarannya agak manja memang tapi beginilah tipe perjalanan yang aku suka. Gak ada lo gak asik kalau kata slogan iklan rokok. Ada yang berkata jika teman yang bisa menyelesaikan sebuah perjalanan bersamamu, maka ia dapat menjadi sahabatmu sedangkan sahabat terbaikmu belum tentu bisa menjadi teman perjalanan yang baik untukmu. Dan harus aku akui itu benar adanya. Maka dari itu, jika aku mengajak seseorang berkelana, itu berarti aku sedang menguji apakah orang tersebut dapat dijadikan sahabat atau tidak. Karena dalam sebuah perjalanan, semua kriteria baik dan burukmu akan tampak. Sehingga dapat dikatakan, kau dan teman perjalananmu akan mengalami yang namanya ‘mengenal lebih dekat’. Sebab perjalanan tidak sekadar mengajarkan tawa, canda, dan hiburan, pasti ada yang namanya emosi, bad mood, keras hati, ataupun tangisan. Semua akan diolah menjadi satu titik yang menyimpulkan jika kalian dapat menyelesaikan perjalanan dengan baik, itu berarti kalian dapat menjadi sahabat baik.

Dari berbagai perjalanan yang sudah dilakukan, aku bersyukur selalu diberi travel mate yang oke punya. Meski kami berbeda bahkan berbanding terbalik perangainya. Kami bisa saling memberikan saran atau bertukar pikiran dalam merancang itinerary sembari menyeruput coklat hangat dari kamar penginapan atau sibuk membuat daftar belanjaan saat berada di kursi pesawat. Perjalananmu akan menyenangkan saat dimulai kau mencari travel mate.

In life, it’s not where you go – it’s who you travel with

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s