1800 Detik

Kau menatapku dalam tiga detik pertama. Kita memulai percakapan pada detik keempat. Lalu berbagi cerita hingga detik membentuk menit. Lambat laun, aku mulai percaya jika cinta pada pandangan pertama tidaklah ada. Karena aku baru menyadarinya di detik ke-1800, saat kita saling berjabat tangan untuk berpisah. Dan satu detik tambahan berikutnya aku tersenyum saat kau berucap, “Sampai jumpa besok!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s