Karimunjawa 2017: Another perfect path

SECOND DAY

Drama Snorkeling part 2

Hari kedua, jadwal kami padat merayap. Ada empat tempat yang harus didatangi, dua di antaranya adalah jadwal snorkeling. Kami berempat rupanya satu kapal lagi dengan 3 cowok kemarin. Namun ditambah 3 peserta lagi, yaitu Mas Daniel, Mba Gita, dan Mba Lastri. Jadi, total ada 10 peserta. Setelah berkenalan, saya baru tahu jika mereka bertiga itu sedang menjadi tenaga sukarela mengajar Bahasa Inggris bagi anak-anak di Karjaw loh. Setelah dari Karjaw, mereka akan tur ke kota-kota lainnya untuk mengajar Bahasa Inggris. Wah, saya jadi salut sama mereka.

Picture12

Geng hari kedua

Kembali lagi ke jadwal hari kedua. Tujuan pertama adalah snorkeling. Berhubung kemarin sudah beradaptasi dengan air laut, jadi kali ini nggak ada lagi drama. Ya meski masih ada drama jika sudah mulai foto underwater. Hahaha. Oh ya, berhubung kapal kami menjadi yang pertama datang di titik pertama snorkeling, jadi nggak rame bangetlah. Pas sudah mulai ramai, kami langsung cusss ke tempat selanjutnya, yaitu Pulau Geleyang, tempat di mana kita akan barbeque buat makan siang.

Picture13

No drama. Just keep swimming

Pulau Geleyang, like a private beach

Sesampainya di Pulau Geleyang, saya sempat tertegun sejenak. Saya nggak nyangka bakal bertemu pulau seindah ini di dekat Pulau Jawa. Pasir putih, air laut yang jernih, serta sepi bangeetttt. Berasa pantai pribadi. Sebenarnya sepi bukan karena privat atau kami sewa tapi karena kami datang paling pertama, jadi puas-puasin deh anggap itu pantai sebagai private beach. Mana ada ayunannya, kayak di Lombok gitu. Hahaha. Nggak pakai antre, jadi terserah deh mau ambil foto berapa banyak.

Picture14

Picture15

Setelah puas foto-foto di ayunan, baru deh beberapa kapal motor mulai berdatangan. Yaahh, say goodbye deh sama private beach. Oh ya, FYI nih, pas kita mendarat di Pulau Geleyang, mas-mas guidenya ngasih tau kalau Pulau Geleyang itu cukup besar, jadi kita dianjurkan untuk tidak berkeliling pulau. Mainnya dekat-dekat pantai itu aja. Dan juga lebih baik menghindari bagian sebelah kiri pulau dari tempat diparkirnya kapal motor karena karang di sekitar situ tajam-tajam.

Pukul 12, makan siang sudah tersedia. Menu utamanya ikan bakar. Wohooo. Mana ikan bakarnya baru dibakar di situ. Fresh from the oven. Setelah makan siang, mas-mas guide-nya kasih kita waktu sejam untuk istirahat sekalian nurunin nasi ke perut biar snorkeling berikutnya kita nggak mual. Sembari menunggu waktu, saya jamak solat dulu, lalu kembali berenang di pantai.

Picture16

Drama Snorkeling part 3

Titik snorkeling selanjutnya agak lebih ekstrim dari sebelumnya. Ombak lautnya agak lebih berasa, ditambah lagi banyak bulu babi di bawah laut. Jadi, kami mesti ekstra hati-hati dalam berenang. Dan pemotretan underwater kali ini pun tak kalah ekstrim. Yaapp, kami harus melepas snorkel. Hadeeuuhh, melepas pelampung aja penuh drama, gimana ngelepas snorkel. Penuh dengan air mata dong (secara perih ya kan kena air laut nih mata). Tapi rupanya ada tips dan triknya loh foto underwater tanpa snorkel atau kacamata renang. Pas mau nyelam, kalian tutup mata dan pas sudah di bawah air, kalian baru buka mata. Dan voila, saya bisa melek. Hahaha. Meski agak memincingkan mata gara-gara saya masih ragu buat buka mata.

Picture17

Narsis bareng hiu di Menjangan Besar

Puas snorkeling, kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat terakhir, yaitu Pulau Menjangan Besar, tempat di mana penangkaran hiu berada. Ngapain ke sana? Ya buat foto-foto sama hiu dong, masa mau kasih makan hiu. Eits, foto sama hiu??? What??? Oh my God!!! Tapi jangan cemas, hiunya kecil-kecil kok, nggak segede di film Jaws. Sebelum bernarsis ria dengan hiu, mas-mas guide menjelaskan ke kami syarat-syaratnya nih. Untuk para wanita yang sedang datang bulan, JANGAN coba-coba masuk ke kolam hiu! Tau sendiri kan kenapa. Kedua, jangan cemas, heboh atau banyak gaya pas masuk kolam. Slow but sure aja gitu. Toh hiu juga katanya bakal takut sama kita kalau mendekat. Dan yang ketiga, jangan coba-coba sentuh atau pegang hiunya. Karena nggak sedikit turis yang digigit hiu akibat melakukan tindakan sok gaya di atas.

Pemotretan dengan hiu nggak kalah banyak drama kayak foto underwater. Dari segelimang foto, cuma beberapa foto yang hasilnya bagus. Foto gagalnya ya gara-gara mata kita lebih konsen ngeliatin hiu di sekitar ketimbang mengarah ke kamera. Lagian pas kita masuk kolam, hiunya malah pada ngejauh. Alhasil mesti dipancing ikan deh, baru hiu-hiu pada mendekat. Jepreett, bisa foto bareng deh!

Picture19

Mata kemana, senyum pun paksa

Picture20

Bisa gaya juga

Sunset at Pelabuhan Karimunjawa

Pukul 4 sore, tur hari kedua sudah selesai. Lebih cepat dari hari pertama karena kita jalannya juga lebih cepat. Nah, setelah tiba di pelabuhan, kami bertujuh sepakat bertemu di pelabuhan lagi untuk liat sunset. Tentunya setelah mandi dan ganti baju.

Picture21

Picture22

Setelah liat sunset, kami kembali ke homestay masing-masing untuk solat maghrib dan makan malam, lalu akan dilanjutkan untuk kembali nongkrong di alun-alun. Secara nggak ada mall ya di sana, jadi mau kemana lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s