Perpustakaan Nasional RI, the tallest national library building in the world

Alohaaa, long time no nge-blog. Mumpung weekend ini punya waktu luang sebelum minggu depan disibukan bertarung perebutan tiket mudik, kali ini saya berkunjung ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang bertempat di Medan Merdeka Selatan, tepat di sebelah Balai Kota DKI Jakarta.

Sebenarnya saya pernah ke Perpusnas sebelumnya. Ya kira-kira 7 tahun lalu, pas zaman nyusun Tugas Akhir. Hahaha lama beeutt daahh. Sebab musabab baru berkunjung lagi sih penasaran sama gedung baru Perpusnas. Yap, gedung baru Perpusnas ini memang baru diresmikan oleh Pak Presiden RI, Joko Widodo pas Oktober 2017.
Terakhir kali saya berkunjung, Perpusnas hanya memiliki 3 lantai (kalau nggak salah) tapi sekarang sudah tumbuh hampir 8 kali lipatnya alias 24 lantai. Makanya nggak heran kalau Perpusnas RI digadangkan sebagai perpustakaan tertinggi sedunia. Ihh waaaww banget kann? Selain itu pula, gedung baru Perpusnas lebih modern, terang, dan nyaman untuk para pengunjung. Belum lagi fasilitasnya seperti wifi, mushola, kafetaria, loker penyimpanan barang bawaan, hingga sofa untuk membaca cantik tersedia melimpah. Asoy kan spending time di sini?

Untuk gedung lama Perpusnas, sekarang diubah menjadi lobby depan yang menjelma bagai museum. Ada berbagai penjelasan mengenai sejarah tulis menulis di Indonesia.

Lanjut ke belakang gedung lama, barulah gedung baru yang menjulang tinggi akan menyapa kalian.

Jika kalian berniat membaca, jangan lupa untuk menitipkan tas kalian di tempat penitipan tas yang berada di sebelah kanan pintu masuk gedung baru. Nanti kalian akan diberi kunci loker. Untuk pendaftaran anggota perpusnas berada di lantai 2. Kalian akan mengisi online form pada komputer yang disediakan. Setelahnya kalian akan mendapatkan nomor antrean untuk registrasi. Dengan catatan, dalam satu hari Perpusnas hanya melayani sampai 300 nomor. Berhubung saya datangnya kesiangan, saya nggak dapat nomor antrean untuk mendaftar hari itu juga. Mesti pagi-pagi deh kalau mau daftar.
Lanjut ke lantai 3, kebetulan hari itu ada bazaar yang menjual barang-barang keterampilan tangan. Dan di lantai 4, terdapat kafetaria. Nah, kalau kalian kelaparan sehabis membaca, mampirlah sejenak ke lantai 4. Tapi jangan sampai membawa makanan ke ruang baca ya.

Setelah mentok di lantai 4, saya kebingungan, di mana ya ruang bacanya. Rupanya oh rupanya, ruang baca alias perpus sebenarnya ada di lantai yang lebih atas. Dari lantai 4, saya naik lift sampai lantai 21. Tapi naik lift doang butuh perjuangan loh. Nggak jarang liftnya selalu penuh dan saya mesti nunggu lama. Memang sih disediain 5 lift tapi kapasitas beratnya nggak banyak. Ditambah lagi weekend, yah makin lama deh.
Sesampainya di lantai 21, rupanya cukup ramai pengunjung di sana. Nyari meja kosong pun lumayan susah. Btw di lantai 21 ada apaan sih? Kalau kata petugasnya, jika kita mau baca-baca buku umum dan berbagai genre, kita bisa berkunjung ke lantai 21 atau 22. Tapi berhubung saya belum jadi anggota perpus, saya nggak bisa pinjam ataupun cari referensi di komputer. Cuma bisa baca di tempat. Hiks.
Sebenarnya saya mau berkunjung ke setiap lantai, tapi berhubung nunggu liftnya lama kayak nunggu KRL ditambah saya belum punya kartu anggota, jadi saya cuma berkutat di lantai 21. Ini juga yang akan menjadi PR besar kalau kalian nggak menitipkan tas di tempat penitipan tas di lantai 1. Selain kalian nggak boleh masuk, kalian harus turun lagi buat nitipin tas. Belum lagi antre lift. PR banget kan!
Jadi sorry banget nggak bisa review banyak tentang tiap lantai. Tapi tenang aja kok, di dekat lift akan selalu ada papan penjelasan tiap lantai.
Oh ya, satu hal yang mencuri perhatian saya di gedung baru Perpusnas adalah rak buku 4 lantai yang langsung menyambut saya pas masuk pertama kali. Bayangin aja tingginya segimana, ya setinggi 4 lantai. Wakakak. Rasa-rasa kayak di film Harry Potter gitu deh. Hohoho.

Actually saya sangat senang Indonesia punya perpustakaan sebesar ini. Yes, nemu tempat kabur buat nulis. Hahaha. Harapan saya semoga di setiap daerah di Indonesia memiliki ruang baca yang memanjakan para pencari aksara sehingga minat membaca dapat meningkat, terutama untuk pemuda-pemudi.
FYI, Perpusnas buka setiap hari sampai jam 6 sore, kecuali Sabtu dan Minggu hanya buka sampai jam 4 sore. Dan tenang aja, nggak dipungut biaya apapun buat datang ke sini. Kalau mau naik Transjakarta, naiklah yang jurusan Harmoni – Pulogadung, lalu turun di Halte Balai Kota. Perpusnas tepat di seberangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s