Pejuang Koridor 1 Transjakarta

Artkel ini terinspirasi dari kekesalan gue nunggu lama TJ (Transjakarta) kemarin malam pas abis lembur. Udah dua hari terakhir ini traffic di Sudirman ampun DJ dah. Terutama arah dari Bunderan HI ke Senayan. Perjalanan dari Dukuh Atas ke Semanggi aja sampe memakan waktu 2 jam. Dua jam meeennn!!!! Yang biasa nggak sampe setengah jam kalau lancar. Katanya sih karena Asian Games, jadi arah Senayan sampe Blok M macet parah. Actually, gue nggak nyalahin event Asian Games 2018 tapi yang gue sesalkan pemerintah pusat yang kurang tanggap dalam menanggulangi kemacetan warrbiyasakk dua hari terakhir ini. Gue sebagai warga Sawah Besar yang menggunakan TJ Blok M-Kota juga kena imbasnya meski beda arah.

Kalau dipikir-pikir nih ya, para pengguna koridor 1 TJ (jurusan Blok M-Kota dan sebaliknya) sering banget kena imbas dari hal-hal nggak terduga. Pertama kali jadi pengguna koridor 1, gue pernah terjebak banjir. Itu loh pas Bunderan HI tenggelam. TJ ikutan nggak narik. Untung balik dapet tebengan, kalau nggak yang ada gue berenang kali dari kantor ke kosan. Kedua, pas hasil pilpres 2014 lalu, dimana pendukung capres yang kalah gelar demo di area Monas. Bikin emak gue cemas karena takut rusuh kayak tahun 97 dulu dan alhasil gue pun lebih milih nebeng temen ketimbang naik TJ. Ketiga pas Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015, gue mesti berangkat subuh-subuh bareng maling pulang karena di atas jam setengah 7, TJ berhenti beroperasi. Biasa, buat pencitraan bagi delegasi negara lain kalau Jakarta has good traffic. Preettlaahh, emang mobil delegasi bakal lewat jalur busway. Dan pulangnya lagi-lagi gue memilih nebeng temen. Yang bikin empet itu pas kena pengalihan jalur kalau ada demo-demo nggak jelas di area Medan Merdeka Barat dan Istana Merdeka. TJ gue sampe diputer-puter, kalau nggak lewat Budi Kemuliaan, ya lewat Medan Merdeka Timur. Dikira gue duduk manis kali di TJ, berdiri gue woyyyy. Mana nggak dapet sholat Maghrib. Dan puncaknya adalah saat cuti gue menciut karena demo berjilid-jilid di Monas. Gue pernah kejebak pas jilid 1, jadi pas ada jilid 2 dst, gue milih cuti. Ketimbang gue nggak bisa balik. Thank you loh kalian semuaaa, sudah bikin susah para pengguna koridor 1 TJ. Heeuuuu 😥.

Berdasarkan hal di atas, pertanyaan gue tetap sama dari 6 tahun lalu, gimana peran pemerintah pusat buat tetap mensterilkan jalur busway? Maksudnya, even ada demo, acara-acara besar, dan sebagainya, kenapa jalur busway tetap kena imbas? Itu transportasi umum loh, kebanggaan Jakarta yang berarti hak masyarakat buat gunain.

Terlepas dari itu semua, emang sih, koridor 1 itu menurut gue jalurnya paling kondusif karena tinggal lurus doang dan jarang dimasukin kendaraan pribadi (tapi nggak berlaku kalau macet parah) serta dekat dengan tempat-tempat kece.

Btw, apa aja sih tempat-tempat kece di sepanjang koridor 1 TJ? Akan gue sambung di artikel berikutnya ya! 👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.