Kepada Kaum Kepo Tingkat Tinggi

“Sekarang gue lagi menjaga omongan ke orang lain. Takut malah menyinggung perasaan.” kurang lebih itu perkataan Mita, salah satu sahabat gue sejak kuliah, saat kita bertemu kemarin. Yap, pernyataan Mita memang ada benarnya juga karena manusia memang paling susah menjaga lisan. Awalnya berniat peduli, lalu ingin tahu malah berakhir menyinggung perasaan. Dan tak jarang, orang yang tersinggung malah dikatain baper, sensian, dan sebagainya. Hey, sebelum judge orang, coba bercermin dulu, apakah omongan kalian itu sudah benar? 😏

Di usia gue yang mulai mendekati kepala 3, pasti gue sudah kebal dengan omongan orang yang rada-rada menjurus ke pertanyaan paling diwanti-wanti. “Kapan nikah?”. Untuk sebagian orang, pertanyaan itu begitu menakutkan, mengganggu, dan annoying. Tapi menurut gue, pertanyaan itu bisa jadi bumerang bagi para penanyanya. Tak jarang, balasan gue malah membuat gue dicap sensian dan baperan padahal gue cuma bales, “Doain aja! Emangnya kalian mau nyumbang berapa buat pernikahan gue?”. Maaf kalau ada yang pernah tersinggung dengan perkataan gue, lagian yang nyulut api duluan siapa coba? Belum lagi ditambah serentetan persekusi, “Makanya jangan pilih-pilih!”, “Agak sedikit agresiflah ke cowok.” dsb. Itu mulut atau mercon yak? Coba sini gue gelitikin ginjalnya. 😝

Lantas di lain sisi, saat gue bertemu salah seorang teman yang baru menikah, dengan gamblangnya gue ditanya, “Ayo, jadi kapan kamu nyusul? Jadi duluan gue deh.”. Nyusul kemana, Sapeah? Hohoho. Gue tau sih status hitamnya sudah berubah menjadi putih namun bukan berarti klub hitam kayak gue bisa disenggol-senggol seenak udelnya. Ketimbang basa-basi busuk dengan pertanyaan nggak berinteligensi, mending mereka mendokan teman-teman yang masih tergabung dalam klub hitam agar segera bergabung ke dalam klub putih. Doanya nggak perlu dipamer-pamerin, “Gue doain semoga lo bla..bla..bla…” cukup dalam hati aja, “Semoga dia bla…bla…bla…”.

Sebenarnya bukan cuma gue aja yang masih diusik-usik dengan kaum kepo tingkat tinggi, ada beberapa teman gue lainnya yang mengalami hal sama seperti gue. Ada yang sudah menikah namun belum dikaruniai keturunan, ada yang sudah memiliki 1 anak tapi belum diberi waktu sama Allah buat memiliki anak ke-2, dan seterusnya. Iya sih, kalau dirunut pertanyaan kaum kepo memang nggak bakal ada habisnya. Dan kaum kepo akan terus memamahbiak bagaikan kuman-kuman di selokan. Mereka akan terus mengintai kita dan memfilter hal apa yang belum kita punya.

Terlepas dari ini semua, di usia yang sudah dewasa ini, gue makin sadar jenis sahabat mana yang patut dipertahankan dan mana yang cuma jadi teman saja. Memang sih, lingkungan perkenalan gue makin luas namun ruang lingkup pertemanan gue makin sempit. Dan itu berlaku dalam lingkungan keluarga juga ya karena tanpa disangka, kaum kepo tingkat tinggi yang pertama kali muncul itu dari lingkungan keluarga (bukan keluarga inti ya maksudnya).

Ketimbang bertanya pertanyaan basa-basi sok peduli malah menyakiti, lebih baik bertanya pertanyaan basa-basi klasik, “Cuacanya panas banget ya!”. Jadi, mari kita belajar menjaga lisan. Sebelum bertanya, akan lebih baik kalian saring dulu apakah pertanyaan itu cukup baik buat ditanyakan apa nggak, lalu bayangkan kalian diposisi yang ditanya, apakah pertanyaan itu akan menyinggung perasaan kalian apa nggak. Meski pertanyaan “Kapan nikah?” bukan hal yang buat gue sensi tapi tetap saja nggak akan gue tanyain kepada orang yang juga belum nikah. Hati orang mana yang tau sih, mungkin dia nggak sebebal gue. Tahan daya kepo kalian! Jika si target tidak ingin cerita tentang hal yang kalian ingin tahu, itu berarti kalian nggak cukup worth it buat menerima cerita mereka. Biarlah mereka yang memulai dengan berucap, “Gue mau curhat nih!”.

One thought on “Kepada Kaum Kepo Tingkat Tinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.