Move on, bukan sebuah pembuktian

Ada beberapa teman gue yang masih meyakini jika cara move on yang mujarab adalah menemukan sesuatu yang baru dan bisa melupakan yang lama. Maka dari itu mereka berlomba-lomba mencari pelarian agar lupa dengan hal-hal dahulu yang menyakitkan. Yep, sebenarnya jangka waktu dan cara orang untuk move on berbeda-beda. Ada yang melakukan cara di atas namun ada pula yang menggunakan cara lain. Ada yang cepat dan ada pula yang lama sampai ratusan purnama.

Pas gue putus cinta, pas gue kena PCD (post concert depression), pas gue masih jet lag abis traveling, intinya pas gue masih kebayang-bayang momen melekat yang udah berakhir dan nggak akan terulang lagi, di situlah gue harus move on. Yap, nggak cuma momen menyakitkan aja tapi momen indah pun butuh yang namanya move on. Karena momen indah lama-lama akan menjadi momen menyedihkan kalau kita nggak move on. Maunya terulang terus kan. Lalu, kenapa harus move on sih? Gue itu orangnya kepikiran. Kalau nggak move on, gue bakal uring-uringan seharian. Perasaan kacau. Kadang seneng, kadang sedih, kadang ketawa, kadang nangis kalau ngebayang momen dulu. Kayak orang nggak waras kan.

Lalu gimana cara gue move on kalau nggak cari pelarian dan mencoba melupakan? Cara move on gue itu lumayan ekstrem. Pertama, gue ‘buang’ segala hal-hal yang berkaitan ke tempat lain. Contohnya, saat abis traveling atau nonton konser, gue pindahin semua foto atau file yang bersangkutan dari hape ke laptop. Biar apa? Biar gue nggak bisa iseng liat-liat karena laptop nggak gue bawa kemana-mana seperti hape. Itu momen indah, kalau momen menyakitkan kayak abis putus cinta, gue bener-bener hapus tanpa back up apapun. Unfollow semua sosmed, hapus kontak, dan sumbangin segala barang pemberian si mantan (terserah mau sumbangin kemana aja). Tanpa pernyataan, ‘Sayang ah, buat jadi kenang-kenangan!’. Yee si Marisol gimana mau move on itu sih?

Dulu-dulu gue juga mengira pas abis putus, gue harus punya peralihan, seperti harus punya kesibukan baru, harus keluar rumah tiap weekend, harus punya pacar baru, atau perlu harus nikah lebih dulu dari para mantan. Wait, itu peralihan atau pelarian? Beda loh antara peralihan dan pelarian, yang malah sering disalahartikan bagi move on squad. Kesibukan baru memang itu buat peralihan bagi kalian yang dalam tahap move on. Kayak gue akhirnya nemuin passion gue dalam traveling dan blogging saat putus cinta. Thank you, next. Hahaha. Dan untuk pacar baru, tentu aja gue nggak langsung jadian beberapa minggu setelah putus. Ganti pacar udah kayak ganti sprei itu sih namanya. Muehehe. Dan jika mantan lebih dulu punya gandengan baru juga nggak usah cemas, Esmeralda. Move on bukan perlombaan yang harus dimenangkan. Siapa tau mantan lo malah sedang mencari pelarian buat ngelupain lo yang ternyata malah susah buat dilupain. Tsaelaah. Haha.

Sebenarnya masih ada kesalahan persepsi orang dalam mengartikan ‘melupakan’ berarti pertanda move on. Jadi begini hey beby bala-bala, asal kalian tau, jika kalian berusaha untuk melupakan, kalian malah akan semakin ingat dan nggak jadi move on yang ada. Pertama, do not stalk! Inilah gunanya unfollow semua sosmed mantan, supaya mempersulit stalking. It’s okay to block his sosmed just to make you feel comfort. Kedua, perasaan nyesek pas liat dia jalan dengan gandengan baru bukan berarti kalian gagal move on. Tentu manusiawi kalian masih merasa sedih tapiii, yep ada tapinya, jangan buat kesedihan kalian tambah berlarut-larut. Ingat, cari peralihan (bukan pelarian, gue tekanin sekali lagi, sampe gue bold hurufnya). Dan yang ketiga, pertanda move on sebenernya adalah saat lo mengingat kejadian lalu tapi hati lo udah nggak merasa sakit atau nyesek lagi. Intinya sih tulus (bukan Mas Tulus ya).

Satu hal lagi, do not pretend to be okay in your sosmed! Seperti lo posting segala hal tentang kegiatan lo setelah putus cinta. Apalagi caption-nya sok tegar nan bahagia. Judulnya peralihan tapi buat apa juga? Mau pamer ke mantan kalau lo baik-baik aja? Inget, guys, orang yang keliatannya bahagia di sosmed malah kebalikannya loh.

Berhubung gue orangnya cepet lupa, jadi kalau nggak ditampakin juga bakal lupa sendiri, terus move on. Segampang itukah? Masa sih? Kembali lagi ke pernyataan gue di awal tadi, setiap orang punya cara dan jangka waktu sendiri untuk move on. Jadi inget lagunya Kelly Clarkson yang Already Gone dan ada liriknya yang berbunyi ‘There’s no moving on, so I’m already gone’.

Remember my dear, life must go on. Don’t romanticize life like you can’t survive without it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s