80 juta vs 30 juta

Guanrich is here, noona 😂


Belakangan ini jagat hiburan lagi marak sama istilah ’80 juta’. Kalian semua pasti tau kan ya. Yep, sebenarnya gue emang lagi nggak kepengen membahas si inisial VA tapi ke istilah ’80 juta’. Belum kelar sama 80 juta, tiba-tiba ranah sosmed digemparkan dengan istilah baru, 30 juta. Hah apaan lagi ini? Apa ada yang keciduk lagi dengan tarif yang lebih rendah?

Telusur punya telusur, gue nemu thread-nya di Twitter. Jadi, ada beberapa wanita yang mengutarakan kriteria calon suami mereka. Salah satunya ada yang menerapkan standar ‘minimal memiliki gaji 30 juta’. Oke, I got it! Komentar dari warganet juga beragam. Ada yang kontra, ada yang kontra banget sampe menghujat. Terus, ada pro-nya nggak, Dik? Ada siihh, tapi mungkin itu si empunya standar. Ada juga yang netral.

Orang jaman now di negara ber-flower seperti Indonesia, memang seneng banget membahas hal-hal nggak biasa macem ini, termasuk gue. Hahaha. Abis menarik buat dibahas. Okee, kita bahas yaa karena kita semua warga Indonesia. Wkwkwk. Sebenarnya sih, kriteria calon suami itu kembali ke hak wanita masing-masing. Terserah dia mau menerapkan kayak gimana. Tapi yaaa ada tapinya. Sebelum menerapkan kriteria calon suami, ada baiknya kita bercermin terlebih dahulu. Misal, kita mau calon suami yang ganteng macem Lee Min Ho. Coba tengok kaca dulu, apa kita udah mirip Suzy, si mantan abang Ho Ho. Atau kita mau calon suami yang tajir, pewaris tunggal peternakan lele. Kita liat dulu diri kita, apa kita juga pewaris tunggal perkebunan jengkol. Ada thread yang pernah gue baca dari mantan PA (personal assistant) anak konglomerat di Indonesia, jika mereka sudah menjodohkan anak-anak mereka dengan anak konglomerat lainnya dari kecil. Jadiii, kecil kemungkinan anak konglomerat bisa menikahi rakyat jelata. Kecualiiii, Tuhan berkata lain dan lo punya nasib mirip Cinderella.

Jadi kalau kalian merasa cantik, berhak mendapatkan kebahagian lebih dari calon suami, dan memiliki kehidupan yang cemerlang, ya gue nggak melarang sih kalau kalian menerapkan kriteria calon suami yang begini, begitu, dan begindang. Untuk tempat dan waktunya gue persilakan.

Lantas, lo tim 80 juta atau 30 juta, Dik? Gue tim 30 juta karena cari duitnya halal. Hahaha. Candaaa. Gue sih tim tau diri. Ketika enam tahun lalu masih memuja pangeran berkuda putih tapi sekarang lebih menyukai kesatria berkuda hitam (istilah apaan lagi ini coba?).

Di sini kita bicara tentang realistis dan bukan cuma mimpi. Gue nggak melarang kalian bermimpi setinggi mungkin. Asalkan kalian punya sayap jika sewaktu-waktu kalian jatuh. Dan sayapnya adalah pemikiran realistis atau bahasa kasarnya tau diri gitu deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.