TTW (Teman Tanpa Wacana)

Jadi tulisan ini bermula dari pemikiran gue tentang teman-teman gue. Sebenarnya gue bukan tipe orang yang susah bergaul dan bisa dibilang lingkaran pertemanan gue cukup luas. Kenal sana sini, menclok kiri kanan, dan fleksibel mengikuti arus. Tapi yang mengganjal di pikiran gue adalah, kalau teman gue banyak, kenapa gue jalannya sama teman yang itu-itu aja ya?

Telisik punya telisik, ternyata bukan cuma gue aja yang merasakan hal seperti itu. Banyak dari mereka yang berpendapat hal itu menjurus ke kenyamanan. Zaman gue masih sekolah dan kuliah, geng gue beragam. Kelas 10 sampai 12 beda-beda, belum ditambah kegiatan ekskul, organisasi dan panitia ini itu, belum lagi teman-teman kosan. Tapi seiring berjalannya waktu, lebih tepatnya setelah kelulusan, kita berpisah dan punya kesibukan masing-masing. Sempat terbesit ingin ngadain reunian gitu. Gue pernah mencoba menyatukan jadwal untuk ketemuan. Bisa ditebak apa hasilnya? Gagal. Kalau Black Panther punya mottoWAKANDA FOREVER’, kalau reunian punya mottoWACANA FOREVER’. Gue tetap berusaha berpikiran positif mungkin mereka sibuk atau mungkin jadwal kita udah nggak bisa dicocokin lagi buat ketemuan. Tapi di sisi lain, mulai dari situ gue udah mulai males arrange ketemuan sama teman-teman yang nggak pasti (sorry to say, but it’s kinda true, dude).

Sampai akhirnya, kehidupan gue menggarisi takdir kepada teman-teman yang sampai sekarang masih keep contact dan suka ketemuan (duilee bahasa novel dibawa-bawa, Dik). Dan jodohnya, tiap gue ajakin atau gue yang diajakin, pasti nggak ada motto Wacana Forever. Maka dari itu, kalau ketemuan, teman-teman gue ya itu-itu aja.

Berteman memang jangan pilih-pilih tapi untuk menentukan siapa yang cocok dijadikan sahabat, lo harus memilih. Karena gue pernah baca quote orang ‘Sahabat adalah cerminan diri kita’. Dia yang buat kita nyaman dan begitupula sebaliknya. Dia yang bisa diajak ketawa dan nangis bareng-bareng. Dia yang bisa ‘meminjamkan’ telinga dan mulutnya untuk kita. Dia yang bisa diajak gila dan anggun dalam waktu yang bersamaan. Dan satu lagi, dia yang nggak punya motto WACANA FOREVER. 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s