Mantan Manten (movie review)

Berhubung ada waktu luang hari ini, gue iseng nonton film Mantan Manten di bioskop. Sebenarnya gue tipe pemilih kalau mau nonton film, apalagi film Indo. Harus tau siapa PH (production house), sutradara, produser, aktor/aktris, dan sinopsisnya. Karena film-film Indo sering naskahnya sekelas FTV, pemilihan aktor/aktrisnya lebih mementingkan visual daripada bakat akting, dan belum lagi makna filmnya nggak dapet. Dan kadang gue pun terkena stereotipe juga perihal masalah ini. Belum lagi celetukan-celetukan orang yang bilang “Ah, nanti lebaran juga diputer di televisi!”

Okay, back to Mantan Manten. Awalnya gue sempet ragu naskah film ini bakal sekelas FTV. Yang isinya percintaan menyeh-menyeh atau berisi happy ending story. But I was totally wrong. Film ini bisa dibilang ber-genre romansa ‘horror’. Bukan horror berisi setan tapi horror gimana melihat mantan pacar menikah. Wuakakak.

Film ini bercerita tentang seorang wanita muda bernama Yasnina (Atiqah Hasiholan) atau yang sering dipanggil Nina. Dalam usianya yang ke-29, hidup Nina bisa dikatakan sempurna. Karier yang cemerlang, harta yang melimpah, dan seorang tunangan tampan bernama Surya (Arifin Putra). Namun semuanya sirna saat Nina dijebak oleh calon mertuanya sendiri dalam kasus investasi bodong. Untuk menyerang balik calon mertuanya, Nina harus mengumpulkan aset harta yang masih tersisa. Salah satunya sebuah rumah di Tawangmangu yang tidak disita karena belum balik nama. Karena hal inilah, Nina langsung pergi ke sana untuk mengurus masalah tersebut. Dan ternyata, hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan Nina harus menjadi asisten pemaes atau perias pengantin untuk mendapatkan rumah itu kembali.

Awal mula film ini gue disuguhkan dengan kesempurnaan hidup Nina, yang tentu aja bikin iri setengah mati. Tapi hal itu hanya sekejap saja. Nggak sampai 30 menit dari film dimulai, hidup Nina sudah jungkir balik. Makin ketengah, gue malah nggak menemukan secercah harapan indah untuk Nina. Sampai ending-nya pun, hati gue makin hancur. Captain Marvel atau Wonder Woman belum tentu kuat melihat mantan pacar menikah di hadapannya, dan ironisnya lagi, lo yang jadi pemaes calon istri mantan pacar lo. How heartbreaking it is!

Untuk pemeran di film Mantan Manten ini bukan aktor atau aktris sembarangan. Akting jempolan Atiqah dan ekspresi wajahnya bikin gue makin terenyuh dengan apa yang karakter Nina alami. Belum lagi Arifin Putra yang aktingnya nggak kalah bagus. Apalagi ditambah aktris senior Tutie Kirana. Selain itu pula, PH dan produser film ini sama dengan film Filosofi Kopi, yakni Visinema Pictures dan Anggia Kharisma. Makanya gue langsung mengiyakan saat temen gue ajak nonton film Mantan Manten. See that, betapa stereotipenya gue! Hahaha.

Selain menggambarkan kehidupan glamour Jakarta, film ini juga kental akan hal-hal tradisional Jawa. Mulai dari beberapa percakapan yang menggunakan bahasa Jawa, menggambarkan pernikahan orang Jawa yang masih menjunjung tinggi nilai tradisi menggunakan pemaes biar manglingin. Yep, gue juga sempet kagum sih sama calon istrinya Surya yang notabenenya kuliah di luar negeri, tinggal di Jakarta, tapi masih menggunakan tradisi riasan pemaes pas acara pernikahannya. Bisa aja kan dia lebih memilih MUA (make up artist) di zaman sekarang ini.

Nilai yang gue dapet dari film ini sih, kita harus belajar ikhlas dan jika tidak, kita nggak tau gimana caranya bersyukur.

Namun sayangnya, film Mantan Manten nggak banyak layar di bioskop. Di Jakarta aja cuma ada 3. Padahal gue berani bilang film ini merupakan film Indo terbaik pertama yang gue tonton di tahun 2019. Kalau kata temen gue sih, doi bilang gini pas keluar bioskop “Hati gue masih tertata rapi pas dateng. Begitu selesai langsung ambyar.” LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.